RSS Feed

CERITA MENGHAFAL TASRIF

Posted by Achmadelwasim Label:

CERITA KELAS TIGA KAFILA INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL

Suatu ketika, ketika pelajaran tasrif seperti biasanya saya sebagai guru dari materi tersebut masuk untuk mengajar maka kami mulai menghafal pelajaran tersebut dan saya sudah menyuruh mereka menghafal seminggu sebelumnya tetapi mereka seperti biasanya ketika bertemu dengan mereka di lab computer atau dijalan selalu tersungging senyuman dibibir mereka ketika saya menyebutkan singkatan dari materi hafalan tasrif tersebut saya mengira mereka semua telah menghafal dan siap selalu untuk menyetorkan hafalan tasrif mereka tetapi...

ketika hari kamis pagi saya selalu berharap ada yang mau menyetorkan hafalannya /menyicil dari jam selalu kulihat jam siapa tahu ada yang mau setor tapi tidak nongol hanya tersungging dibibir mereka senyuman dan sampai akhirnya ketika waktu tahfidz ada beberapa anak yang menyetorkan hafalannya mulailah hatiku berbahagia tetapi ternyata setorannya hanya satu dua penggal dari bab yang seharusnya mereka setorkan tapi ada salah satu dari mereka yang berhasil menyetorkan secara penuh sampai target yang telah ditentukan ini mungkin yang menjadi penyebab melunaknya hati saya untuk menerima setoran hafalan mereka ketika bel berbunyi menandakan waktu masuk kelas ketika malam walaupun saya tidak mendengarkan hafalan mereka dengan teiliti sebagaimana ketika mereka menyetorkan harian mungkin saya akan menyimaknya dengan teliti dan penuh dengan antusias tapi gak apalah dari pada mereka tidak setor tapi saya akan memberikan kepada yang berhasil yang hanya satu orang mungkin tidak seberapa berupa hadiah sate ayam diwarung mang iman insya allah .padahal ini penting banget loooh kenapa ya mereka kok tidak mau menyetorkan hafalannya mungkin kesibukan mereka dan ketidak tahuan mereka akan hal ini biarlah mereka bersifat begitu mungkin belum sadar ya allah berikanlah kesadaran kepada mereka ,sebenarnya kasihan juga lo kalo mereka menghafall asal asalan tapi mungkin ini adalah pilihan meraka ,toh mereka sudah dewasa bisa membedakan antara yang baik dan tidak ,ini mungkin sedikit curhat yang bisa saya tulis di blog ini semoga bisa memberikan manfaat kepada yang lainnya bahwa dimanapun meremehkan segala sesuatu walaupun itu kecil akan berakibat besar

readmore>>>>

Cerita waktu halaqoh

Posted by Achmadelwasim Label:

Pada hari jum'at, tepatnya tanggal 4 sore. Ketika itu seperti biasanya saya mulai menghitung dari 1 sampai 10, pertanda waktu tahfidz dimulai, dengan suara yang sangat parau. Setelah selesai aku mulai beraktivitas mengontrol keadaan santri-santri ketika menghafal Al-QUR'AN. Dimulailah dengan membuat lingkaran yang besar, dan mulai memberikan nasehat-nasehat, tiba-tiba...

datanglah beberapa anak yang terlambat, mulailah teman-temannya mengatakan: "iklan....iklan...", dengan tersipu malu, mereka mulai duduk, kemudian aku mengatakan kepada semuanya: "silahkan jangan bergurau dan jangan berbisik-bisik", kemudian aku persilahkan kepada mereka untuk membaca AL-QUR'AN. Singkat cerita, setelah selesai sholat maghrib, aku mulai do'a bersama, aku memberikan tausiyah lagi. "Jangan bergurau dan jangan bermusyawarah"! kemudian mulailah mereka bubar, aku mulai berjalan mengontrol keadaan, tiba-tiba, aku berfirasat buruk akan terjadi

readmore>>>>

TENTANG HAFALAN

Posted by Achmadelwasim Label:

METODOLOGI PENGAJARAN HAFALAN SANTRI

Keutamaan Menghafal Al-Qur'an

.1 Kedudukan seorang hafidz di jannah adalah di akhir ayat yang dia baca

2 Allah meninggikan derajat suatu kaum dengan Al Qur’an

3 Dipakaikan mahkota kemulian

4. Didahulukannya mereka di dunia dan di akhirat Lebih pantas untuk menjadi imam...

5. Lebih utama jadi pemimpin

6. Lebih didahulukan dalam musyawarah

7. Didahulukan dimasukkan kedalam kubur

8. Menjadi Ahlullah dan orang-orang khususnya Allah

9. Tidak dibakar jasadnya di neraka

10.Meninggikan derajat seorang Hafidz

11.Mendapatkan setiap dari yang dibacanya sepuluh kebaikan

11.Dirahmati Allah swt dikelilingi para malaikat dan dan akan disebut-sebut namanya dilangt

Maksud pendidikan hafalan

1. Menghafal lafadz

2. Menghafal makna

3. Menghafal amalan

Metode menghafal Al qur’an

1. sabak, sabaki, manzil

2. Menulis

3. Mengulangi 20 kali per ayat

Metode sabak, sabaki, manzil

Sabak tambahan hafalan baru (satu halaman / hari)

sabaki hafalan kemarin (satu halaman / hari)

manzil juz-juz yg telah dihafal (satu juz per hari)

MENULIS

1. menulis ayat yang ingin dihafalkan di papan tulis

2. Koreksi tulisan dari guru

3. Hafal dari tulisan

4. Setelah dihafal dihapus

5. Ditulis kembali dari hafalan dan ingatan

MENGULANG

1. Mengulang-ulangi setiap ayat 20 X dengan hafalan

2. Menghubungkan antara satu ayat dengan ayat yang lain 20 X dari hafalan

3. Mengulangi satu halaman 20 X dari hafalan

Faktor pendukung metode penghafalan

1. Tahsin yakni usaha untuk memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid

2. Memilih waktu yang tepat (Waktu yg ideal yakni sahur ,ba’da shalat fajar antara

3. magrib & isya)

4. Membuat Jadwal dan target hafalan

5. Tasmi’ / memperdengarkan kepada seorang syekh atau hafidz yang mutqin atau

6. teman sesama penghafal.

7. Taqdim dan tashih hafalan dan bacaan

8. Memadukan hafalan baru dengan

9. murajaah hafalan yg lalu

10. Target:tambahan satu halaman murajah

11. Mengeraskan bacaan ketika menghafal

12. Membacanya didalam shalat


readmore>>>>

Yang Kualami ketika menghafal AL-Qur'an dulu

Posted by Achmadelwasim Label:

Yang Kualami ketika menghafal al-Qur'an dulu

Dulu sebelum menghafal al-Qur'an, saya dibuat penasaran oleh para huffaz (penghafal al-Qur'an 30 juz) yang rajin sekali mengulang-ngulang hafalannya. Tidak di mana-mana lidahnya selalu saja basah dengan zikrullah dengan membaca ayat-ayat Allah swt.


Saya jadi teringat dengan surat al-Hijr ayat 15 bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur'an dan Dia pulalah yang akan menjaganya. Termasuk di antaranya adalah dengan cara menjaga al-Qur'an ini dengan cara-Nya sendiri meski sebagian besar manusia tidak menyukainya.

Yang membuat saya penasaran ketika melihat para huffaz adalah selalu membaca siang dan malam. Dalam kesendirian dan bersama ayat-ayat-Nya. Kadang lupa makan, kadang tidurpun harus dikorbankan dan kadang juga aktvitas yang kurang perlu mesti ditinggalkan sejenak.

Sungguh, menjaga al-Qur'an berbeda dengan menjaga kitab apapun di atas dunia ini. Itu karena al-Qur'an ini adalah wahyu ilahi sampai akhir zaman. Tapi sayangnya, tidak sedikit orang yang mencuekannya dengan cara tidak rajin membacanya apalagi menghafalkan dan mengamalkan ayat-ayat-Nya..

Setidaknya yang saya rasakan ketika mulai menghafal al-Qur'an adalah:

1. Lidahnya yang selalu basah dengan zikrullah. Ini sesuai dengan sabda nabi SAW:

"Hendaklah lisanmu basah dengan banyak zikir kepada-Nya."(HR. Muslim)

Dan memperbanyak tilawah al-Qur'an merupakan salah satu bentuk zikir yang membuat tenang hati si pembacanya.


2. Ketika membaca al-Qur'an, Allah akan membawa kita kepada hakikat penghayatan dan keinginan untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang hakikat perintah dan larangan-Nya. Bagaimana mungkin kita bisa takwa dengan melakukan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya jika saja perintah dan larangan itu tidak pernah kita pahami dan kita renungkan melalui zikir al-Qur'an ini. Sungguh, ini adalah zikrullah yang terbesar bagi seorang muslim.

"Dan zikir mengingat Allah itu adalah yang lebih besar."(Qs al-Ankabut: 45)

3. Membaca al-Qur'an secara rutin bisa meningkatkan suasana ruhiyyah (spiritualitas) kita. Pernahkah anda membayangkan bahwa ibadah yang anda lakukan itu memotivasi diri dan meningkatkan semangat untuk mengatasi persoalan hidup?? Pasti banyak yang tidak mengakui. Entah itu karena kurang memahami makna ibadah yang dilakukan ataukah hanya sekedar melakukannya sebagai gugur kewajiban saja, bukan kebutuhan?!

4. Ketika saya menghafal dan mengulang-ulang hafalan dengan khusyu dan penuh penghayatan mendalam, maka seakan resapan mukjizat Allah itu mengalir dari peradaran darah dan bibir yang basah karenanya. Yang jelas ini kembali kepada kepahaman dan hati yang kondusif ketika membacanya.

5. Saat membacanya, saya begitu teringat sekali tentang penjagaan Allah dalam sebuah hadits shohih yang dikutip dalam riyadhushsholihin ketika menasehati seorang anak kecil:

"Hai ghulam, jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Dia niscaya engkau akan menjumpai-Nya ada di hadapanmu..."

6. Keistimewaan yang tidak akan pernah lekang sepanjang hayat.

Dulu, seorang mantan guruku pernah bilang: "Jika orang bisa memiliki sederet prestasi dengan piala yang diperolehnya, maka itu hanya pada saat itu saja ia rasakan ketika disebut sebagai pahlawan, pemenang atau sang juara. Tapi setelah itu ketika dia sudah lanjut usia, seakan-akan semua prestasi itu sirna dan hanya tinggal sebuah kenangan. Beda dengan penghafal al-Qur'an. Ketika dia menyelesaikan hafalannya, maka mulai saat itulah dirinya (dilantik) dan apa yang Allah janjikan padanya sudah berada di genggamannya. Ayat-ayat itu akan selalu bersamanya di mana dan kapanpun sampai maut menjemput. Bahkan tidak dibatasi oleh kematian saja tapi sampai di akhirat nanti dengan perintah untuk membacanya lagi sebanyak yang dihafal menaiki tangga derajat indah menuju surga.

Kalau di dunia, ia bisa menggunakan hafalannya itu sebagai wirid, hiburan hati, penegur jiwa, pemotivasi dan penjaga dirinya dari semua godaan syetan.

Dan banyak lagi keutamaan-keutamaan lain yang saya rasakan ketika menghafal al-Qur'an dulu dan berkenalan dengan para huffaz .

7. Kalau hati seseorang bersih maka dia tidak akan pernah kenyang untuk selalu membaca menghafal dan mengamalkan Qur’an bersih

Dulu ada yang namanya kyai arwani beliau adalah maestro guru alqur’an dikudus dikisahkan ketika beliau sakit, selang infus berada dihidungnya beliau justru minta murid-muridnya untuk membacakan kebeliau qur’an ,subhanallah

Ada lagi seorang sahabat Rasulullah saw yang namanya Usman bin Affan beliau menamatkan alqur’an dalam shalatnya dalam sehari semalam .subhanallah benarlah kata ali radiyallahu anhu diatas kalau hati ini bersih tidak pernah akan merasa lelah membaca mempelajari dan menghafalkan ayao mulai sekarang mulai dari diri sendiri membersihkan hati dari penyakit –penyakit sombong ,iri dengki,ngambeg pada guru ,dll.

Semoga memberi motivasi untuk selalu bersemangat menghafal al-Qur'an.

Wallahu a'lam


readmore>>>>

MUROJAAH HAFALAN ALQUR'AN DAN TINGKATANNYA

Posted by Achmadelwasim Label:

Antara Setoran dan Hafalan
Tahukah kau, cara agar kita bisa menghafal ayat2 qur’an secara baik dan benar? Ya, setorkan hafalanmu itu. Bukannya apa-apa, kalau kau mendapati kesalahanmu saat membacanya, bukankah masih ada orang yang mau membenarkannya? bukankah ayat2 ini begitu indah? sehingga amat disayangkan jika para penjaganya salah kaprah dalam menjaganya(menghafalnya). Pernah suatu kali aku diberi tahu oleh seorang kawan dekatku, mengenai tingkatan2 hafalan. Jadi, hafalan itu ada berbagai macam tingkatannya. Yang pertama, hafalan pada diri sendiri, nah ini hafalan yang paling rendah tingkatannya. Kalau kau coba untuk menghafalnya pada dirimu sendiri, maka akan kau dapati hafalanmu akan lancar. Tapi, cobalah setingkat lebih tinggi, tingkatan yang kedua, hafalanmu disetorkan kepada salah seorang kawanmu. Kalau masih lancar juga, coba ke yang tingkatannya lebih tinggi lagi yakni kepada para hafidz atau guru tahsin, masih lancar juga? Hm, cobalah hafalanmu itu kau setorkan ke hadapan orang banyak, atau istilahnya tasmi’, nah kalu masih lancar juga, cobalah kau bawa hafalanmu itu ke dalam sholat dan kau bertindak sebagai imam. Kalau masih lancar juga, itulah sebenar-benarnya hafalan yang sudah kau hafalkan…tentang tingkatan yang terakhir ini saya punya pengalaman menarik yaitu ketika saya menjadi imam saya lupa ketika ditengah membaca padahal jamaahnya banyak yaitu pada waktu qiyamul lail di sepuluh akhir ramadhan kemudian setelah itu dibelakang saya ada yang bawa alqur’an karena takut kalo hilang sehingga bisa membatalkan seluruhnya .so buktikan nyalimu dengan menjadi imam maka hasilnya sangat menakjubkan yaitu awett hafalan .hehe……oke yes .

readmore>>>>

Menyongsong Hafalan Baru

Posted by Achmadelwasim Label:

Menyongsong Hafalan Baru Pertama, sebelum memasukkan hafalan baru atau hafalan yang akan dihafal, pastikan hafalan yang lama sudah dimurajaah (diulang-ulang) terlebih dahulu. Teksnya sudah mantap, urutan ayat dan letaknya juga telah terekam dengan baik. Jangan sampai hafalan baru datang, hafalan lama hilang. ..

Ini bisa saja terjadi karena kesamaan-kesamaan konteks ayat, urutan nomor dan letak, antara ayat yang lama dengan yang baru.Kedua, hafalan yang akan dihafal sebaiknya dikenali dulu. Jangan sampai hafalan yang akan dihafal adalah ayat-ayat yang asing, jarang terdengar oleh mata pendengaran penghafal. Cara terbaik untuk lebih familiar dengan hafalan baru yakni dengan sering-sering mendengarkannya terlebih dahulu atau sering membacanya sebelum benar-benar memindahkannya ke dalam memori. Gunakan media pembantu seperti tape recorder, mp 3, dan sebagainya. Ulangi terus proses pengakrabannya, hingga ia ‘samar-samar terhafal’ di dalam ingatan.Ketiga, persiapkan ruhiyah. Proses menghafal bukan sekedar merekam ke dalam ingatan, lebih dari itu. Ia melibatkan unsur spritual penghafal. Kesiapan ini sangat penting untuk diperhatikan untuk mengharapkan kemudahan dari Allah SWT. Jauhi maksiat, karena maksiat akan mengotori hati, bahkan mengundang murka Allah, sebagaimana terjadi dengan imam syafii ketika mengadu kepada gurunya tentang susahnya menghafal, kemudian gurunnya menasehati supaya meninggalkan kemaksiatan.Keempat, jangan lupa berwudhu. Ini sering dilalaikan ketika menghafal. Wudhu’nya asal ‘nempel, tidak diikuti dengan kesungguhan mensucikan diri karena Allah. Allah itu suci, dekat dengan yang suci. Bila kita suci, pasti Allah itu akan ‘mendekat’, kelancaran ikhtiar dengan mudah kita raih.Kelima, kondisikan ruang dan waktu. Memang, setiap orang berbeda-beda kondisi yang diinginkan ketika ingin menghafal. Ada beberapa yang menginginkan kondisi yang tenang, tempat yang sepi. Akan tetapi ada juga yang tidak terlalu mempedulikan hal itu. Terserah, sesuai dengan sikon ruang dan waktu yang kita inginkan masing-masing. Yang penting hasilnya maksimal. Namun, kondisi ruang yang terbaik adalah bersih dan suci, serta waktu yang tenang dan istimewa untuk beribadah. Ketahuilah bahwa menghafal adalah ibadah! Maka beribadahlah di tempat dan waktu yang sangat dikehendaki oleh Allah.tapi bisa saja murojaah ketika diwaktu senggang Keenam, selamat mencoba, ingat : “Nikmati setiap proses menghafal, baik suka maupun dukanya.” Harus percaya diri karena alqur’an itu mudah dipelajari dan dihafalkan hanya tergantung anda mau apa tidak .sikap positif tingking awal kesuksesan jangan lupa minta doa kepada orang tua dan orang terdekat anda .selamat menghafal .oke yeees

readmore>>>>

ANAK LUCU

Posted by Achmadelwasim Label:

Saya mempunyai seorang murid yang sangat menggembirakan setiap hari membuat lelucon yang membuat halaqoh kami menjadi sangat terhibur dibuatnya ,murid ini berasal dari jawa timur tepatnya daerah yang terkenal dengan semen gresiknya dia namanya mr .xx anak kelas tiga smp kafila international islamic school orangnya luarbiasa .ceritanya begini suatu ketika ketika halaqoh kami sedang memulai pembacaan doa dengan bersama-sama kemudian kami mulai dengan tausiah atau nasehat naaaaah ketika saya sedang berpikir untuk mengomong apa yang harus saya katakn tiba-tiba ada suara yang menggema dengan suara yang lantang dekat dengan halaqoh kami membaca Al Qur'an yang terdengar dengan jelas dikuping kami kemudian tiba -tiba ada dari salah seorang kami menyeletuk :Ustad kayaknya kita berhenti dulu aja karena ada bacaan Qur'an kemudian kita berhenti ,keesokan harinya tiba -tiba ketika kami sedang materi untuk memberi nasehat ada lagi suara lantang membaca Al Qur'an begitu terus selama beberapa hari ,ngomong -ngomong saya bergumam dalam hati ini maksudnya apa sih kenapa kok mesti didekat halaqoh kami kemudian dalam beberapa hari tidak terdengar hingga pada suatu ketika ketika kami dalm halaqoh ada suara yang serupa dengan suara kemarin tapi anehnya suaranya agak menjauh ditelisik dan diteliti ternyata sang anak tadi membacanya didalam gedung sehingga tidak terdengar ,oke pada hari lain aku mengingatkan keanak tersebut akan suatu hal urusan hutang piutang yang sudah saya tunggu tunggu untuk membayarnya karena utang tersebut adalah dari titipnya anak tadi akan kaos kaki kemudian dengan senyumannya yang khas dengan tiba tiba dia memberikan uang sejumlah seratus ribu padahal utangnya cuma enam ribu .dialah anak super yang dulunya adalah anak yang pernah mengaji Qiroati sebelum masuk kafila dialah orang yang membuat saya terinspirasi untuk selalu membaca Al Qur'an selalu .oke semoga si dia tambah semangat dan selalu dekat dengan
Al Qur'an .inlah awal cerita yang aku torehkan diblogger saya semoga menyusul dengan cerita cerita lain yang lebih menarik heheheheheh
|

readmore>>>>